Akhirnya! 3 hari lagi UAS-BN! Aku tidak tahu harus jawab tegang, senang, takut, atau gimana, karena pendapatku tentang UAS-BN berbeda dari orang lain. Menurutku UAS-BN sangat merepotkan. Harus ikut bimbel, harus mencapai nilai lulus, try-out, yang jelas selama term 3 dan empat ini aku sengsara, dan semua berkat kedatangan UAS-BN yang tiba-tiba.
Pertama, aku takut juga menghadapi UAS-BN, karena aku takut tidak lulus. Kalau tidak lulus, tidak akan dapat ijasah dari pemerintah, dan pasti akan menyesal kalau sudah besar. Memang di High/Scope, lulus UAS-BN bukan salah satu kriteria untuk naik kelas, tetapi kalau mau pindah harus lulus. Lalu nilai minimum lulusnya juga 6, sedangkan nilai IPA tertinggiku hanya 6.75. Kalau tidak hati-hati itu bisa tidak lulus!
Kedua, aku juga merasa senang, karena akhirnya aku bisa bebas dari namanya 'belajar tiap malam sampai tidak boleh membuka internet dan menyentuh komputer selama 1 minggu sebelum UAS-BN'. Berkat UAS-BN, aku kehilangan sekitar 6 episode Katekyo Hitman Reborn yang harusnya aku tonton tiap malam dan waktu 2 jam untuk menganggur di rumah karena bimbel. Aku juga merasa senang karena kalau aku hitung-hitung, nilai try-out-ku rata-ratanya 8, dan kata orang tuaku, kalau aku bisa lulus UAS-BN dengan nilai rata-rata 8, aku akan dibelikan Nintendo Wii (Ini termasuk tujuan kenapa aku belajar untuk UAS-BN selain untuk mendapat ijasah).
Ketiga, aku juga merasa lega, karena akhirnya aku bisa bebas dari kesengsaraan kelas 6. Yang jelas kalau aku lulus, dan tahun depan yang kelas 6 tidak UAS-BN, aku akan protes ke kepala sekolah! Mereka harus menderita seperti senior mereka! Kalau ada UAS-BN, aku akan membalas mereka yang sudah menertawakan para kelas 6 waktu mau bimbel. Rasakanlah kesengaran para senior kalian tahun lalu (setuju para kelas 6?!)!!!
Yah, tolong doain aku ya agar lulus. Kalau kita lulus, kita bisa tertawa bersama waktu lulus dan bisa melihat junior kita tahun depan sengsara menghadapi cobaan kita sekarang ini.
Pertama, aku takut juga menghadapi UAS-BN, karena aku takut tidak lulus. Kalau tidak lulus, tidak akan dapat ijasah dari pemerintah, dan pasti akan menyesal kalau sudah besar. Memang di High/Scope, lulus UAS-BN bukan salah satu kriteria untuk naik kelas, tetapi kalau mau pindah harus lulus. Lalu nilai minimum lulusnya juga 6, sedangkan nilai IPA tertinggiku hanya 6.75. Kalau tidak hati-hati itu bisa tidak lulus!
Kedua, aku juga merasa senang, karena akhirnya aku bisa bebas dari namanya 'belajar tiap malam sampai tidak boleh membuka internet dan menyentuh komputer selama 1 minggu sebelum UAS-BN'. Berkat UAS-BN, aku kehilangan sekitar 6 episode Katekyo Hitman Reborn yang harusnya aku tonton tiap malam dan waktu 2 jam untuk menganggur di rumah karena bimbel. Aku juga merasa senang karena kalau aku hitung-hitung, nilai try-out-ku rata-ratanya 8, dan kata orang tuaku, kalau aku bisa lulus UAS-BN dengan nilai rata-rata 8, aku akan dibelikan Nintendo Wii (Ini termasuk tujuan kenapa aku belajar untuk UAS-BN selain untuk mendapat ijasah).
Ketiga, aku juga merasa lega, karena akhirnya aku bisa bebas dari kesengsaraan kelas 6. Yang jelas kalau aku lulus, dan tahun depan yang kelas 6 tidak UAS-BN, aku akan protes ke kepala sekolah! Mereka harus menderita seperti senior mereka! Kalau ada UAS-BN, aku akan membalas mereka yang sudah menertawakan para kelas 6 waktu mau bimbel. Rasakanlah kesengaran para senior kalian tahun lalu (setuju para kelas 6?!)!!!
Yah, tolong doain aku ya agar lulus. Kalau kita lulus, kita bisa tertawa bersama waktu lulus dan bisa melihat junior kita tahun depan sengsara menghadapi cobaan kita sekarang ini.

1 comment:
Miss doakan semoga sukses yah...
bersakit-sakit dahulu,
bersenang-senang kemudian ya... ;p
Post a Comment